Rehabilitasi Cungkup Prasasti Jambu di Kecamatan Nanggung , : Tidak Ada Informasi Anggaran

BOGOR ,-SIARANPOST.COM ,- Rehabilitasi perawatan cungkup prasasti Jambu yang terletak di Desa Batutulis Kec.Nanggung .Kab.Bogor sedang dilaksanakan oleh pemenang tender ,namun belum di ketahui anggaran yang telah di kucurkan pemerintah karena tidak ada nya informasi dari pihak pelaksana pekerjaan .Kamis (14/09/23).

Pantauan awak Media ,pekerja berasal dari Bandung 5 orang dan dari masyarakat setempat 4 orang. Menurut Waseh sebagai Ketua RT 04 mengatakan bahwa rehabilitasi perawatan cungkup prasasti ini akibat tertimpa pohon pinus yang roboh karena angin puting beliung .

” Ya benar rehabilitasi perawatan cungkup prasasti ini berasal dari anggaran Pemerintah dan biasanya sih turun nya 5 tahun sekali ,namun tergantung situasi dan kondisi juga”,ujar nya.

Terima kasih kepada Pemerintah yang cukup tanggap dalam memberikan jawaban dari pengajuan masyarakat ini

” Harapan saya agar Pemerintah terutama Dinas Pariwisata lebih meningkatkan fasilitas di obyek wisata prasasti Jambu ini ,terutama Mushola biar pengunjung juga lebih nyaman .Masyarakat juga diharapkan agar bisa menjaga cagar budaya ini karena warisan dari jaman kerajaan dahulu ” tutup nya .

Seperti diketahui, prasasti Jambu ditemukan pertama kali tahun 1854 oleh Jonathan Rigg dan dilaporkan kepada Dinas Purbakala tahun 1947 (OV 1949:10), tetapi diteliti pertama kali pada tahun 1954.

Prasasti Jambu terdiri dari dua baris aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sansekerta dengan metrum Sragdhara. Pada batu prasasti ini juga terdapat pahatan gambar sepasang telapak kaki yang digoreskan pada bagian atas tulisan tetapi sebagian gambar telapak kaki kiri telah hilang karena batu bagian ini pecah.

Prasasti ini menyebutkan nama raja Purnawarman yang memerintah di negara Taruma. Prasasti ini tanpa angka tahun dan berdasarkan bentuk aksara Pallawa yang dipahatkannya (analisis Palaeographis) diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-5 Masehi.

Teks:
śrīmāndāta kṛtajnyo narapatirasamoyahpurātarumayāṃnāmmāśrīpūrṇṇapracuraripuśarābhidyavikhyātavarmmātasyédampadavimbadvayamarinagarotsādanénityadakṣaM. bhaktānāyandripānambhavatisukhakarasalyabhūtaṃripuṇāṃ

Bunyi terjemahan prasasti itu adalah:
“Gagah, mengagumkan dan jujur ​​\u200b\u200bterhadapnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya yang termasyhur Sri Purnawarman yang sekali waktu (memerintah) di Taruma dan yang baju zirahnya yang terkenal tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah mengungkapkan tapak kaki yang selalu menggempur kota-kota musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya.” (DAYAT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *