Aksi Damai di Parung Panjang ,: Tuntutan Masyarakat Perbaikan Infrastruktur dan Penegakan Perbub 120 Tahun 2021 di Warnai Kericuhan

Bogor,-SP.COM,- Masyarakat dari sejumlah wilayah di Kecamatan Parungpanjang, hari Senin 20/11/2023 turun ke jalan melakukan aksi damai menyikapi terkait sejumlah tuntutan permasalahan yang ada di Kecamatan Parungpanjang.

Masyarakat yang akan melakukan aksi damai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB dan tampak berkumpul di titik lokasi aksi di depan kantor Kecamatan Parungpanjang, Jalan Muhamad Toha, Senin (20/11/23).

Aksi damai yang berlangsung pada siang hari tersebut bertujuan untuk membuka dialog dengan Muspika Parungpanjang terkait permasalahan jalan rusak dan jam operasional truk tambang yang selalu terputus.

Rawan kecelakaan dan jalan berdebu, sejumlah truk tambang menghasilkan besar kerap kali menguasai jalan di Parung panjang, khususnya Jalan Mohamad Toha pada pagi dan siang hari.

Hal tersebut kerap menimbulkan kecelakaan hingga memakan banyak korban jiwa. Kecelakaan terjadi tak sekali dua kali namun beberapa kali sehingga membuat masyarakat resah

Pantauan awak Media, dari berbagai flyer undangan aksi yang disebar sebelumnya serta poster – poster yang terpampang dan dibawa oleh peserta demo, ada beberapa poin penting tuntutan warga di Parung panjang kepada pihak Pemerintah.

Tuntutan masyarakat Parungpanjang segera merealisasikan jalur khusus tambang, perbaikan jalan rusak, penyediaan tempat parkir kendaraan tambang, penegakan jam operasional jalur tambang dan penambahan anggota Dishub guna pengawasan lalu lintas kendaraan.

Selanjutnya, mendesak Muspika Parungpanjang bertanggung jawab mengawal Perbup No120 tahun 2021, membuat timbangan angkutan, menindak supir tembak di bawah umur, menangkap sejumlah pelaku pungli, memeriksa kendaraan tak layak pakai dan menambah pembatas portal jalan.

Ule Suleman, Ketua koordinator aksi damai sekaligus Ketua BPD se- Kecamatan Parungpanjang mengatakan bahwa berbagai tuntutan tersebut sudah disampaikan langsung pada Pj. Gubernur Jabar yang datang ke Parung Panjang, Minggu (19/11).

“Ya poin – poin utama seperti jalan khusus penambangan, penegakan dan revisi Perbup No 120 tahun 2021 jam operasional, perbaikan jalan dan pemasangan portal sudah disampaikan. Hari ini aksi demo Parungpanjang Bersatu ini memperkuat tuntutan tersebut,” ungkap Ule, sapaan akrabnya.

Di Lokasi yang sama, salah satu peserta aksi Ocan menyampaikan,”ada 3 poin utama tuntutan warga yaitu segera merealisasikan jalan khusus tambang, melakukan perbaikan jalan rusak dan penertiban dan penegakan hukum lalu lintas bagi kendaraan angkutan tambang.

“Soal tuntutan jalur jalan khusus tambang sudah kami suarakan sejak 2014, namun hingga saat ini tidak terealisasi. Jadi tiga tuntutan utama itu akan terus selalu disuarakan masyarakat kepada Pemerintah,” tandas Ocan

Camat Parungpanjang Icang Aliudin yang dikawal pihak keamanan di aksi damai ini memenuhi permintaan para peserta pendemo untuk menyampaikan hasil pertemuan satu hari sebelumnya dengan Pj. Gubernur Jabar dan Bupati Bogor. Namun setelah melewati pintu gerbang kantor Kecamatan terjadi pelemparan batu, botol air mineral. Massa dari massa aksi damai yang berada di depan pintu masuk kantor Kecamatan, melemparkan beberapa botol air mineral mengenai Kapolsek dan menimbulkan luka salah satu petugas Satpol-PP yang terkena lemparan batu.

Melihat situasi yang tidak kondusif, pihak keamanan kembali membawa Camat masuk kantor Kecamatan.

Satu hari sebelum digelarnya aksi damai, Pj.Gubernur Jabar Bey Machmudin memberikan keterangan Pers di aula Kecamatan Parungpanjang secara tegas dan lugas mengintruksikan terhadap jajaran di lingkungan Pemprov Jabar dan Bupati,Kapolres,Dandim 0621/Suryakencana, Kadishub Kabupaten Bogor beserta jajarannya segera dilakukan pemasangan portal ,pembuatan pos di dekat portal dengan pengawasan selama 24 jam Perbup no 120 tahun 2021 yang telah di revisi segera dilaksanakan, perbaikan jalan rusak yang cukup parah.

Selesai massa aksi membubarkan diri , Camat yang didampingi, APDESI,Kapolsek, anggota Koramil 0621-23/PP serta jajaran keamanan lainya memberikan keterangan.

“Ya awalnya dari adanya kasus rem blong yang memakan korban jiwa dekat turunan kantor Kecamatan Parung panjang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan merusak beberapa mobil masyarakat,” ujar Icang.

Setelah itu menurut Camat Parung Panjang, dengan adanya kejadian tersebut mengakibatkan langsung melakukan tindakan.
Lanjut Camat Parungpanjang, dengan adanya kejadian tersebut terhenti langsung melakukan tindakan.

“Ya kalo Perbup 120 tahun 2021 ini belum dipatuhi, belum maksimal. Karena petugas – petugasnya saat saya konfirmasi ke Dishub dan Polisi itu kekurangan personel. Maka, pada hari Jumat kita langsung adakan rapat di Pemda bersama Kapolsek dan Danramil yang di pimpin langsung oleh Pak Sekda yang berisi beberapa penegasan,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil rapat tersebut membuat beberapa penegasan, yang pertama ingin mengoptimalkan Perbup 120 dan rencana berikutnya adalah melakukan langkah-langkah pemasangan Portal.

“Ya untuk saat ini, Bupati telah merevisi Perbup 120 tahun 2021 yang tadinya jam 20:00 wib -jam 05.00 pagi, sekarang disamakan dengan tangerang, agar sinkron sekarang mulai Jam 22:00 sampai jam 05:00 wib pagi”, ujar Icang.

Lebih rinci Camat Icang Aliyudin juga telah berkordinasi dengan Kadishub agar lebih menambah jumlah personelnya, yang mana ini memang sesuai dengan tugas dan fungsi Dishub dan Polisi lalu lintas.

“Sudah berkordinasi dengan Kadishub, dan akan mengirimkan 12 personel setiap harinya, guna mengoptimalkan dan mengawal sesuai dengan Perbup 120. Dan pak Dandim serta Kapolres pun siap membantu, termasuk Pol PP yang ada di Kecamatan,” jelasnya.

Selanjutnya Icang juga memaparkan bahwa langkah berikutnya, terkait jalan penambangan itu sudah di garap oleh PT AJB.

“Jalan tambang itu sudah digarap oleh PT AJB dan sudah dilakukan pembayaran tahap awal dan katanya kemarin terkendala karena izin. Tapi pas kemarin ada PUPR Kabupaten dan PJ. Gubernur katanya izin sudah selesai. Dan rencananya di bulan Desember ini melunasi seluruh tanah -tanah,” tuturnya.

Menurut Icang, memerdekakan lahan perlu proses, tidak membalikan telapak tangan. Karena memerlukan tahapan serta kontrol dan tahapan lainnya. Apalagi termasuk treking ini katanya harus membuat jembatan.

“Mudah mudahan setelah Desember bisa direalisasikan, 2024 bisa terlaksana di bangun untuk jangka panjang. Untuk jangka pendeknya saat ini kita melakukan langkah dan upaya penertiban dengan menggunakan portal dan dengan tertib,” tutup Icang. (SP.COM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *