Miris Honor Penjaga Sekolah SDN Cinangka 01 Tahun 2021-2022 Diduga Di Gelapkan Oknum Guru

BOGOR,SP.Com – Sungguh malang nasib penjaga sekolah yang telah mengabdikan dirinya untuk menjadi tenaga pembantu di SDN Cinangka 01, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa barat, yang diduga menjadi korban kedzoliman oleh Salah satu oknum guru.

Kenapa tidak, berawal dari curhatan penjaga sekolah yang merasa ada kejanggalan terkait penerimaan honor yang diberikan oleh pemerintah melalui transfer bank pada tahun 2020.

Ipin sekalu penjaga sekolah menjelaskan akhir tahun 2020 dia diberitahukan bahwa akan mendapat tunjangan atau honor dari Pemerintah selaku penjaga sekolah.

“Awalnya akhir tahun 2020 saya dipanggil kepala sekolah sebelum yang sekarang bahwa akan mendapatkan ukes, setelah itu saya didampingi guru untuk mengaktifkan buku tabungan berikut ATM, ternyata memang sudah ada uang masuk yang sebesar Rp.7.000.000, singkat cerita ternyata ATM nya pun tidak dikasihkan kesaya katanya suruh kepala sekolah sebelum yang sekarang, namun kepala sekolah tidak pernah nyuruh itu, ternyata itu kemauan oknum guru”Ujar Ipin.

Lebih parahnya lagi Oknum Guru SDN Cinangka 01 berinisial UR tersebut tidak memberikan hak penjaga sekolah tersebut secara utuh.

“Saya kaget oknum guru tersebut dateng ke orang tua saya dia ngasih tau kalau dapat uang ukes itu 6 juta karena yang 1 jutanya buat ngasih guru-guru katanya, itupun orang tua saya ga nerima secara utuh pa, di cicil lah sama oknum tersebut kalo ga salah 2 juta, terus ya ada 200ribu,400ribu saya juga ga tau beres atau engganya karena orang tua saya yang terima, saya juga kan tanya- tanya juga ke sesama penjaga sekolah lain, kalau mereka ATM langsung di kasih ga ada potongan apa-apa”ungkap Ipin.

Lebih parah lagi terungkap saat orang tua Ipin bertanya kepada Kepala Sekolah yang baru pada tahun 2022 kenapa sejak tahun 2021 anaknya sudah tidak menerima ukes lagi.

“Karena mungkin penasaran bapak saya nanya ke Kepala Sekolah yang baru, kata bapak saya bu anak saya pernah dapet ukes ko sekarang – sekarang ga dapet lagi ya, sejak dapat tahun 2020 ko udah ga dapet lagi, terus kan kepala sekolah baru bingung, trus di tanya lah ke Oknum guru tersebut, katanya sejak dapet tahun 2020 dapat itu sudah di non aktifkan karena sempet mau berenti kata oknum ke Kepala Sekolah, tapi kenapa pas besoknya Oknum tersebut bilang lagi ke kepsek ternyata di ATM ada uangnya, ATM tersebut kata oknum ketemu di lemari sekolah, singkat cerita saya dianter ke Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan sebenernya saya sudah di hapus atau belum di dapodik, ternyata tidak ada pengajuan pemberhentian atau penghapusan di dinas pendidikan, artinya sejak tahun 2020 sampai sekarang saya masih dapat dong, kenama itu”Jelas Ipin.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Cinangka 01 Yani Muryani memebenarkan bahwa ada permasalahan tersebut di Sekolahnya, Namun sedang dalam proses penyelesaian, antara Oknum Guru dengan penjaga sekolah, bahkan Kepsek pun sempat melarang Media untuk memberitakan karna sudah konsultasi kepada Dinas Pendidikan agar permasalahan di Sekolahnya tersebut.

“Mohon maaf ini kan saya lagi berjuang saya ingin bersihkan disini apapun itu, ini sudah selesai sedang berlanjut, maksudnya sudah selesai begini lho Pak Orangnya sudah bilang iya (penjaga sekolah ) saya sampaikan ke dia tadi malam suaminya yang bersangkutan kan yang mau mengganti suaminya mungkin katanya Saya mau ngobrol sama Ibu saya diterima tidak, kata saya walaupun ini urusan kedinasan keluarga ga usah ikut campur apalagi orang lain, karena ini petunjuk dari Dinas ,bu jangan grusah grusuh jangan bilang dulu ke Media dan lain- lain karena kita ingin melihat etika baik dari yang bersangkutan Yang penting mah uangnya kembali, kemudian saya kan pimpinan bagaimana saya memberikan sanksi ke dia setelah itu selesai urusan hak orang kecil” Kata Kepsek, Senin (22/04/2024).

Namun demikian Yeni Selaku Kepala Sekolah mengatakan untuk buku tabungan dan buku ATM sudah di berikan kepada penjaga sekolah untuk tahun 2023 sampai sekarang, dan akan menyelesaikan permasalahan yang ada di sekolahnya.

“Untuk sekarang dari 2023 ATM sudah di serahkan kepada Ipin setelah mutasi dari BSM ke BSI, dan sejak itu sudah mulai cair lagi, untuk sanksi yang pertama suruh mengembalikan dulu itu juga sudah sanksi, berikutnya Saya tidak akan memberitahu dulu ke Bapak ya, jadi saya dengan pengawas kita lihat dulu etika baiknya tapi yang jelas saya ingin melihat semua guru baik-baik saja semuanya, jadi di sini juga saya tidak diam, awalnya saya tadinya mau paham dulu Saya tidak mau kalau ada bapak ke sini saya sampaikan seperti ini, jadi karena Bapak tahu duluan jadi ada beberapa yang bikin sampaikan itu benar ada juga yang kurang benar, karena sampai saat ini atm-nya sudah ada sampai hari ini sudah ada di Ipin, kalau ATM masih ada di mana-mana berarti saya belum kerja”Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *